Krakatau 17-19 Februari 2017

Krakatau (bahasa Inggris: Krakatoa) adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Selat Sunda

krakatau ngebolang

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut. Gunung Krakatau yang meletus, getarannya terasa sampai Eropa.

Mount Krakatoa
Krakatoa, or Krakatau (Indonesian: Krakatau), is a volcanic island situated in the Sunda Strait between the islands of Java and Sumatra in the Indonesian province of Lampung. The name is also used for the surrounding island group comprising the remnants of a much larger island of three volcanic peaks which was obliterated in a cataclysmic 1883 eruption, unleashing huge tsunamis (killing more than 36,000 people) and destroying over two-thirds of the island. The explosion is considered to be the loudest sound ever heard in modern history, with reports of it being heard up to 3,000 miles (4,800 km) from its point of origin. The shock waves from the explosion were recorded on barographs worldwide for days afterward.

In 1927 a new island, Anak Krakatau, or “Child of Krakatoa”, emerged from the caldera formed in 1883 and is the current location of eruptive activity.

ITENARY KRAKATAU :

Open Trip Krakatau 17-19 Februari 2017

Paket Wisata Krakatau 17-19 Februari 2017

Paket Murah Krakatau 17-19 Februari 2017

Krakatau 17-19 Februari 2017 Murah


KATEGORI :

Cek Album dan Video nya di : www.ngebolang.com