Pulau Bawean 2017

Pulau Bawean 2016

Bawean adalah sebuah pulau yang terletak di Laut Jawa, sekitar 80 Mil atau 120 kilometer sebelah utara Gresik. Secara administratif sejak tahun 1974, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur[3][4][5] di mana tahun sebelumnya sejak pemerintahan kolonial pulau Bawean masuk dalam wilayah Kabupaten Surabaya. Belanda (VOC) masuk pertama kali ke Pulau ini pada tahun 1743.

Bawean memiliki dua kecamatan yaitu Sangkapura dan Tambak. Jumlah penduduknya sekitar 70.000 [8] jiwa yang merupakan akulturasi dari beberapa etnis yang berasal dari pulau Jawa, Madura, Kalimantan[9] ,Sulawesi dan Sumatera termasuk budaya dan bahasanya. Penduduk Bawean kebanyakan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan atau petani selain juga menjadi pekerja di Malaysia dan Singapura, sebagian besar di antara mereka telah mempunyai status penduduk tetap di negara tersebut, selain di kedua negara itu penduduk bawean juga menetap di Australia[10][11] dan Vietnam. Mayoritas penduduk Bawean adalah Suku Bawean, dan suku-suku lainnya.

Bahasa pertuturan mereka adalah bahasa Bawean. Bukannya bahasa Madura seperti yg dimaklumkan sebelum ini. Di Malaysia dan Singapura, penyebutan suku ini berubah menjadi Boyan. Mereka menyebut diri mereka orang Boyan,[15] maksudnya orang Bawean.

Tokoh yang berasal dari Pulau Bawean yaitu Pahlawan Nasional Harun Thohir[17][18], Yahya Zaini, Syekh Zainuddin Bawean Al Makki [19][20], Syekh Muhammad Hasan Asyari Albaweani [21], dan keturunan bawean seperti Datuk Aziz Sattar[22] dan masih banyak lainnya.

Bawean Island 2016

Bawean (Indonesian: Pulau Bawean) is an island of Indonesia located approximately 150 km north of Surabaya in the Java Sea, off the coast of Java. It is administered by Gresik Regency of East Java province. It is approximately 15 km in diameter and is circumnavigated by a single narrow road. Bawean is dominated by an extinct volcano at its center that rises to 655 m above sea level. Its population as at the 2010 Census is about 70,000 people, but more than 26,000 of them (that is about 70% of the male population) were temporarily living outside, working in other parts of Indonesia, Singapore and Malaysia).[5] As a result, females constituted about 77% of the actual population of the island, which is thus often referred to as the Island of Women (Indonesian: Pulau Putri).

The island territory is divided into two administrative districts, Sangkapura and Tambak. More than half the population (about 45,750) lives in the district of Sangkapura, centred on the town of that name located on the southern coast of the island. The island has rich nature with many endemic species, such as Bawean deer which is only found on the island and is included to the IUCN Red List. There are several large underwater petroleum and gas fields around the island

Pulau Bawean 2017 Murah


KATEGORI :

Cek Album dan Video nya di : www.ngebolang.com